Profil Manajemen Transportasi

Profil Manajemen Transportasi

Profil Manajemen Transportasi

Transportasi merupakan bagian dari rantai pasok yang berhubungan dengan pengelolaan, perancangan, perbaikan, dan pengintegrasian sistem transportasi yang mencakup sarana, prasarana, rencana operasi, pemeliharaan, serta informasi dan kontrol, dengan tujuan untuk menjamin pergerakan barang yang aman, cepat, mudah, ekonomis, dan ramah terhadap lingkungan (Institute of Transportation Engineers, 1987). Dari definisi tersebut, maka dapat diketahui bahwa peran transportasi sangat signifikan dalam menentukan kelancaran aktivitas di dalam rantai pasok suatu perusahaan.

Perwujudan sistem transportasi nasional yang efektif dan efisien, menghadapi berbagai tantangan, peluang dan kendala sehubungan dengan adanya perubahan lingkungan yang dinamis seperti otonomi daerah, globalisasi ekonomi, perubahan perilaku permintaan jasa transportasi, kondisi politik, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kepedulian pada kelestarian lingkungan hidup serta adanya keterbatasan sumber daya.

Kualitas dan kuantitas penyelenggaraan transportasi dipengaruhi antara lain oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebijakan pemerintah, kegiatan perekonomian dan perdagangan, serta kerja sama internasional. Perkembangan teknologi transportasi dan informasi mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan transportasi.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, keilmuan Manajemen Transportasi di perguruan tinggi perlu terus dikembangkan untuk  mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas yang mampu mengelola Sitem Transportasi sehingga terwujud efisiensi biaya transportasi, keandalan pelayanan dan keterpaduan antar dan intra moda transportasi, dalam rangka memenuhi kebutuhan pembangunan, tuntutan masyarakat serta perdagangan nasional dan internasional dengan memperhatikan kehandalan serta kelaikan sarana dan prasarana transportasi.

Di dalam Peraturan Presiden RI No. 26 Tahun 2012 tentang Cetak Biru Pengembangan Sistem Logistik Nasional, mengamanatkan pengembangan kompetensi SDM bidang transportasi melalui peningkatan lembaga pendidikan Transportasi. Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia (YPBPI) yang merupakan yayasan yang dibentuk oleh PT Pos Indonesia bermaksud untuk mengemban amanat tersebut dengan cara mendirikan Sekolah Tinggi Manajemen Logistik Indonesia (SIMLOG) dengan prodi Manajemen Transportasi.

ASPEK KEMANFAATAN DAN KEUNGGULAN

Misi dan Tujuan Penyelenggaraan Program Studi Manajemen Transportasi

Dalam rangka mendukung Visi, Misi, dan Tujuan  dari Sekolah Tinggi Manajemen Logistik Indonesia (STIMLOG), maka dapat ditetapkan Visi, Misi, dan Tujuan  dari Program Studi Manajemen Transportasi, sebagai berikut :

Visi :

Menjadi program studi yang unggul dan bereputasi tinggi dalam pendidikan, penelitian dan pengembangan keilmuan Manajemen Transportasi sehingga menjadi andalan nasional dan dapat sejajar pada barisan terdepan di kawasan Asia-Pasifik.

Misi :

  1. Melaksanakan pendidikan Manajemen Transportasi yang berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan untuk menghasilkan lulusan dengan mutu tinggi.
  2. Melaksanakan penelitian dan menyebarluaskan hasil penelitian serta pengembangan keilmuan  Manajemen Transportasi yang berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  3. Melaksanakan pengabdian pada masyarakat yang bersifat pemecahan masalah-masalah Logistik dan Rantai Pasok

Tujuan :

  1. Menghasilkan lulusan dengan keunggulan di bidang keilmuan Manajemen Transportasi dan mampu responsif dan adaptif serta mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi.
  2. Menghasilkan lulusan dengan kemampuan yang tinggi dalam merencanakan, mengoperasikan, mengendalikan, merancang, mengintegrasikan, dan memperbaiki secara berkelanjutan sistem Transportasi.
  3. Menghasilkan lulusan dengan kompetensi dibidangnya, kreatif, inovatif, berwawasan kewirausahaan, terampil berkomunikasi, mampu bekerjasama secara multi disiplin, berbudaya dan bermoral.
  4. Menghasilkan penelitian yang memiliki keunggulan di bidang Manajemen Transportasi yang dapat diandalkan dan memperoleh hak intelektual.
  5. Menjalin kolaborasi dalam bidang penelitian dan pengembangan keilmuan Manajemen Transportasi dengan berbagai institusi di dalam dan luar negeri.
  6. Menciptakan peluang dan menghasilkan penelitian dan pengembangan yang bereputasi internasional.
  7. Mengkomunikasikan hasil penelitian dan pengembangan dalam bidang pendidikan Manajemen Transportasi kepada pemangku kepentingan.
  8. Memiliki pengalaman penelitian dan dapat mengimplementasikan ilmu Manajemen Transportasi guna kemaslahatan masyarakat.
  9. Mampu menjadi teladan dalam berkehidupan bermasyarakat.

Manfaat Program Studi Manajemen
Transportasi terhadap institusi, masyarakat dan bangsa

Sistem Logistik dan Rantai Pasok memiliki peran strategis dalam mensinkronkan dan menyelaraskan kemajuan antar sektor ekonomi dan antar wilayah demi terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif, sekaligus menjadi benteng bagi kedaulatan dan ketahanan ekonomi nasional. Sejalan dengan itu, berdasarkan kondisi geografis Indonesia yang terdiri lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) pulau yang terbentang sepanjang 1/8 (satu per delapan) garis khatulistiwa dengan kekayaan alam yang melimpah dan menghasilkan komoditas strategis maupun komoditas ekspor. Kondisi ini semestinya mampu menjadikan Indonesia sebagai “supply side” yang dapat memasok

dunia dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki dan hasil industri olahannya, sekaligus menjadi pasar yang besar atau “demand side” dalam rantai pasok global karena jumlah penduduknya yang besar. Sehingga dibutuhkan Sistem Logistik Nasional yang terintegrasi, efektif dan efisien untuk mendukung terwujudnya peranan tersebut.

Namun kenyataannya saat ini kinerja Sistem Logistik dan Rantai Pasok Nasional masih belum optimal, karena masih tingginya biaya logistik nasional yang mencapai 27% (dua puluh tujuh persen) dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan belum memadainya kualitas pelayanan, yang ditandai dengan (a) masih rendahnya kualitas pelayanan logistik dikarenakan rendahnya kompetensi sumber daya manusia dalam bidang Logistik dan Rantai Pasok, (b) terbatasnya kapasitas dan jaringan pelayanan penyedia jasa logistik nasional, (c) masih rendahnya tingkat penyediaan infrastruktur baik kuantitas maupun kualitas, (d) masih adanya pungutan tidak resmi dan biaya transaksi yang menyebabkan ekonomi biaya tinggi, (e) masih tingginya waktu pelayanan ekspor-impor dan adanya hambatan operasional pelayanan di pelabuhan, (f) masih terjadinya kelangkaan stok dan fluktuasi harga kebutuhan bahan pokok masyarakat, terutama pada hari-hari besar nasional dan keagamaan, dan bahkan (g) masih tingginya disparitas harga pada daerah perbatasan, terpencil dan terluar.

Kondisi tersebut sangat mempengaruhi kinerja sektor logistik nasional, dimana berdasarkan survei Indeks Kinerja Logistik (Logistics Performance Index/LPI) oleh Bank Dunia yang dipublikasikan pada tahun 2010 posisi Indonesia berada pada peringkat ke-75 dari 155 (seratus lima puluh lima) negara yang disurvei, dan berada di bawah kinerja beberapa negara ASEAN yaitu Singapura (peringkat ke-2), Malaysia (peringkat ke-29), Thailand (peringkat ke-35), bahkan dibawah Philipina (peringkat ke-44) dan Vietnam (peringkat ke-53).

Selain dihadapkan pada masih rendahnya kinerja logistik dan rantai pasok Nasional, Indonesia juga dihadapkan pada tingkat persaingan antar negara dan antar regional yang semakin tinggi, di mana persaingan telah bergeser dari persaingan antar produk dan antar perusahaan ke persaingan antar jaringan logistik dan rantai pasok.

Sementara itu Indonesia juga perlu mempersiapkan diri menghadapi integrasi jasa logistik ASEAN pada tahun 2013 sebagai bagian dari pasar tunggal ASEAN tahun 2015 dan integrasi pasar global.

Di sisi lainnya tren industri global menunjukkan bahwa peran sistem Logistik dan Rantai Pasok di dalam perusahaan semakin penting dalam meningkatkan keuntungan perusahaan secara keseluruhan. Setelah Indonesia mengalami krisis keuangan di akhir dekade 1990-an, bisnis di bidang Logistik dan  Rantai Pasok semakin berkembang. Kebutuhan sumber daya manusia di bidang Logistik dan Rantai Pasok dan Transportasi semakin tinggi, dengan kebutuhan di luar negeri pada tahun 2015, diperkirakan 3,3 juta lapangan kerja.  Jumlah tenaga logistik domestik berdasarkan proyeksi pertumbuhan industri pada tahun 2010 target penjualan US$, 8.195.33 dengan asumsi produktifitas 25.000 perorang, maka dibutuhkan 327.813 orang tenaga Logistik dan Rantai Pasok yang berkualitas pada tingkatan Manajerial maupun untuk pengembangan keilmuan di bidang Logistik dan  Rantai Pasok.

Pertumbuhan bisnis Logistik dan Rantai Pasok tidak diikuti dengan pertumbuhan Sumber Daya Manusia profesional yang memadai. Sumber daya manusia yang bekerja  pada  bidang Logistik dan Rantai Pasok  umumnya masuk secara ”kebetulan”  karena kebutuhan perusahaan dan bukan karena membangun kompetensinya dari awal. Profesi di bidang Logistik dan  Rantai Pasok  belum populer bagi dunia pendidikan dan pencari kerja baru (fresh graduate). Kenyataan di lapangan menunjukkan terdapat kesenjangan yang cukup lebar antara program pendidikan dan pelatihan yang ada pada institusi perguruan tinggi dengan dunia usaha yang membutuhkan. Sementara pola pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh masing-masing perusahaan masih belum terencana dan belum memiliki standarisasi, dengan dasar pengetahuan yang masih instan. Dengan demikian standarisasi kompetensi dan pengembangan SDM bidang Logistik dan Rantai Pasok belum sesuai dengan yang diharapkan.

Berdasarkan uraian di atas dan dalam rangka menjalankan amat dari MP3EI dan Peraturan Presiden RI No. 26 Tahun 2012 tentang Cetak Biru Pengembangan Sistem

Logistik Nasional maka pendirian Program Studi Manajemen Transportasi untuk tingkat Strata Satu (S1) pada Sekolah Tinggi Manajemen Logistik Indonesia (STIMLOG) sangat dibutuhkan karena memberikan manfaat baik bagi STIMLOG, masyarakat dan bangsa untuk menyiapkan tenaga ahli yang berkualitas pada tingkatan Manajerial maupun untuk pengembangan keilmuan di bidang Logistik dan Rantai Pasok. Pada gilirannya, hal ini dapat meningkatkan Kinerja Logistik Nasional sehingga dapat mendukung untuk peningkatan Keunggulan Kompetitif Nasional.

Profil Lulusan Program Studi yang dibutuhkan oleh Masyarakat maupun untuk kebutuhan pengembangan keilmuan dan profesi, bidang pekerjaan atau bidang keilmuan dan keahlian yang dapat diisi oleh lulusan.

Pogram Studi Manajemen Transportasi diselenggarakan dengan tujuan untuk menghasilkan sarjana Strata Satu (S1) di bidang Manajemen Transportasi yang memiliki:

  1. Kemampuan yang tinggi dalam merencanakan, mengoperasikan, mengendalikan, merancang, mengintegrasikan, dan memperbaiki secara berkelanjutan sistem Transportasi (Kompetensi dasar Manajemen Transportasi serta  implementasinya).
  2. Kemampuan emosional (sikap dan pola pikir positif, kepemimpinan, disiplin, etos kerja, kemampuan interpersonal dan kerja tim) serta kecakapan spiritual (keimanan, integritas, dan moral). (Kompetensi emosional dan spiritual).
  3. Pemahaman dan penguasaan prinsip, teknik, dan perangkat teknologi dan sistem informasi terkini serta mampu mengaplikasikannya untuk meningkatkan kinerja sistem Transportasi (Kompetensi Teknologi Informasi dan Sistem Informasi).
  4. Kemampuan analisis dan inovasi sehingga mampu memberikan solusi untuk pengingkatan kinerja sistem Transportasi (Kompetensi analitis dan inovasi).

Sedangkan profesi, bidang pekerjaan atau bidang keilmuan dan keahlian yang dapat diisi oleh lulusan Manajemen Transportasi adalah :

  1. Manajer/supervisor Transportasi Import/export.
  2. Manajer/supervisor Transportasi Freight Forwarding.
  3. Manajer/supervisor Transportasi/Distribusi Darat.
  4. Manajer/supervisor Transportasi/Distribusi Laut.
  5. Manajer/supervisor Transportasi/Distribusi Udara.
  6. Manajer/supervisor Proyek Manajemen Rantai Pasok.
  7. Manajer/supervisor Transportasi Internasional.
  8. Akademisi

Uraian tentang profil lulusan Prodi Manajemen Transportasi yang bekerja pada perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bisnis logistik dan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang transportasi merupakan pendukung bisnis utama perusahaan  adalah sebagai berikut :

a. Jasa Pengiriman Ekspres/Perusahaan Jasa Titipan/Kurir dan distribusi

Lulusan Prodi Manajemen Transportasi memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh industri jasa pengiriman ekspres/kiriman cepat berupa dokumen, paket dan kargo yang dipertukarkan secara domestik maupun antar negara. Menurut Laporan Tahunan Universal Postal Union (UPU), organisasi resmi operator perposan (industri yang salah satunya bidang utama bisnisnya adalah kurir atau pengiriman dokumen dan paket) pemerintah seluruh dunia (UPU, 2005), pangsa pasar bisnis perposan dan jasa kurir, tumbuh berkisar 40% setiap tahunnya.

Untuk kondisi Indonesia, jasa pengiriman ekspres atau perusahaan jasa titipan tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Jasa Ekspres Indonesia (Asperindo) yang merupakan satu-satunya asosiasi perposan atau perusahaan jasa ekspres yang memperoleh pengakuan dari Pemerintah ( Departemen Perhubungan, Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi, KADIN). Bidang kegiatan anggota ASPERINDO terbagi menjadi 3 kompartemen yaitu:

  • Kompartemen Internasional: perusahaan-perusahaan yang melayani pengiriman dan penerimaan barang/dokumen ke dan dari Luar Negeri.
  • Kompartemen Domestik: perusahaan–perusahaan yang melayani pengiriman dan penerimaan barang/dokumen untuk seluruh wilayah Indonesia.
  • Kompartemen Intra Kota: perusahaan–perusahaan yang melayani pengiriman dalam kota/City Courier.

Perusahaan jasa ekspres yang tergabung dalam Asperindo pada tahun 2012 berjumlah 500 perusahaan dengan 2000 cabang perusahaan yang tersebesar di 27 popinsi (Asperindo, 2012). Jumlah tersebut di luar PT Pos Indonesia (Persero) sebagai operator milik pemerintah yang melaksanakan kegiatan bisnis pada industri ini, dan perusahaan sejenis yang tidak tergabung dalam asosiasi ini.

Jika diasumsikan jumlah karyawan untuk setiap cabang perusahaan ekspres yang tergabung dalam Asperindo sebesar 15 orang, maka total karyawan seluruh perusahaan jasa ekspres sebanyak 30.000 orang. Jika jumlah kebutuhan tenaga dengan kualifikasi sarjana Prodi Manajemen Transportasi setiap tahun untuk seluruh perusahaan tersebut adalah 2%, maka jumlah kebutuhan tenaga kerja kualifikasi sarjana Prodi Manajemen Transportasi tersebut adalah 600 orang per tahun. Pada perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, lulusan Prodi Manajemen Transportasi dapat menempati posisi Manajer/supervisor : Distribusi, Transportasi, Proyek Manajemen Rantai Pasok, dan Transportasi Internasional.

b. Jasa Freight Forwarding

Jasa Pengurusan Transportasi (Freight Forwarding) adalah usaha yang ditujukan untuk mewakili kepentingan pemilik barang untuk mengurus semua kegiatan yang diperlukan bagi terlaksananya pengiriman dan penerimaan barang melalui transportasi darat, laut atau udara yang dapat mencakup kegiatan penerimaan, penyimpanan, sortasi, pengepakan, penandaan, pengukuran, penimbangan, pengurusan penyelesaian dokumen, penerbitan dokumen angkutan, perhitungan biaya angkutan, klaim, asuransi atas pengiriman barang serta penyelesaian tagihan dan biaya-biaya lainnya berkenaan dengan pengiriman barang-barang tersebut sampai dengan diterimanya barang oleh yang berhak menerimanya. Sejak tahun 1986 dibentuk GAFEKSI (Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Seluruh Indonesia) atau INFA (Indonesian Forwarders Association), yang kini memiliki  3.100 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. Perwakilan GAFEKSI (INFA) terdapat di 18 Wilayah dan 1 perwakilan khusus di Batam.

Pada perusahaan Jasa Freight Forwarding, lulusan Prodi Manajemen Transportasi dapat menempati posisi Manajer/supervisor : Distribusi, Transportasi, Proyek Manajemen Rantai Pasok, dan Transportasi Internasional.

c. Bidang Angkutan Darat

Perusahaan-perusahaan angkutan darat bergabung dalam ORGANDA (Organisasi Angkutan Darat) beroperasi pada jasa layanan lalu lintas dan angkutan bermotor di jalan raya, dengan anggota yang tergabung di dalamnya sebanyak 1.600.000 buah perusahaan angkutan darat. Bisnis logistik lainnya yang terkait dengan bidang angkutan darat adalah Jasa Tempat Penimbunan Sementara (APTESINDO) dengan  jumlah anggota  22 perusahaan.  Serta Jasa Depo Kontainer Indonesia yang bergabung dalam  ASDEKI (Asosiasi Depo Kontainer Indonesia) dengan jumlah anggotanya adalah 69 perusahaan.

Pada perusahaan bidang Angkutan Darat, lulusan Prodi Manajemen Transportasi dapat menempati posisi Manajer/supervisor : Distribusi, Transportasi, Proyek Manajemen Rantai Pasok, dan Transportasi Internasional.

d. Bidang Angkutan Laut

Perusahaan-perusahaan bisnis logistik angkutan laut  bergabung dalam :

  1. PELRA (Organisasi Pelayaran Rakyat) bergerak pada bidang jasa transportasi laut dengan anggota terdaftar sebanyak 4.900 armada kapal rakyat.
  2. GAPASDAP (Organisasi Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan) berusaha pada bidang jasa angkutan sungai, danau dan penyeberangan dengan anggota terdaftar sebanyak 38.000 buah perusahaan.
  3. INSA (Indonesia National Shipowner’s Association) Asosiasi Pemilik Pelayaran Nasional Indonesia yang bergerak pada usaha jasa transportasi laut skala nasional dengan anggota sebanyak 813 perusahaan pelayaran, terdiri atas kapal kargo konvensional, kapal container, kapal tanker, kapal penumpang, pengangkut barang besar, kapal penarik, kapal tongkang.
  4. APBMI (Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia) bergerak pada usaha bidang jasa pemindahan barang moda transportasi Iaut ke darat dan sebaliknya yang meliputi kegiatan stevedoring, cargodoring, receiving/delivery serta bertanggung jawab terhadap pengoperasian transportasi antar moda/multi moda. Anggota APBMI saat ini sebanyak 560 perusahaan.

Pada perusahaan bidang Angkutan Laut, lulusan Prodi Manajemen Transportasi dapat menempati posisi Manajer/supervisor : Distribusi, Transportasi, Proyek Manajemen Rantai Pasok, dan Transportasi Internasional.

e. Bidang Angkutan Udara

Asosiasi perusahaan penerbangan Indonesia (INACA – Indonesia Association of Civil Aviation), beranggotakan sebanyak 48 maskapai penerbangan (Pusdatin Dephub, 2008). Pada perusahaan bidang Angkutan Udara, lulusan Prodi Manajemen Transportasi dapat menempati posisi Manajer/supervisor : Distribusi, Transportasi, Proyek Manajemen Rantai Pasok, dan Transportasi Internasional.

f. Perusahaan Manufaktur dan Perusahaan Jasa (non logistik)

Pada Perusahaan Manufaktur dan Perusahaan Jasa (non logistik), lulusan Prodi Manajemen Transportasi dapat menempati posisi Manajer/supervisor : Distribusi, Transportasi, Proyek Manajemen Rantai Pasok, dan Transportasi Internasional.

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
X