Profil Manajemen Logistik

Profil Manajemen Logistik

Profil Manajemen Logistik

Pada tanggal 5 Maret 2012, Pemerintah Republik Indonesia telah mengeluarkan Peraturan Presiden RI No. 26 Tahun 2012 tentang Cetak Biru Pengembangan Sistem Logistik Nasional, yang pada lampirannya telah mengamanatkan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta kementerian terkait lainnya untuk mendukung pendirian institusi logistik dan Supply Chain. Berdasarkan paket Kebijakan Ekonomi XIV pemerintah Republik Indonesia tahun 2016 yang mendorong e-commerce untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional maka e-commerce akan menjadi primadona bisnis pada saat ini. Hal ini sejalan dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2011 tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025, yang menetapkan penguatan konektivitas nasional sebagai salah satu dari tiga strategi utama (pilar utama).
Konektivitas Nasional menyangkut kapasitas dan kapabilitas suatu bangsa dalam mengelola mobilitas yang mencakup 5 (lima) unsur sebagai berikut:

  1. Personel/penumpang, yang menyangkut pengelolaan lalu lintas manusia di, dari dan ke wilayah.
  2. Material/barang abiotik (physical and chemical materials) yang menyangkut mobilitas komoditi industri dan hasil industri.
  3. Material/unsur biotik/species, yang mencakup lalu lintas unsur mahluk hidup di luar manusia sepertiternak, Bio Toxins, Veral, Serum, Verum, Seeds, Bio-Plasma, BioGen, Bioweapon1.
  4. Jasa dan Keuangan, yang menyangkut mobilitas teknologi, sumber daya manusia dan modal pembangunan bagi wilayah.
  5. Informasi, yang menyangkut mobilitas informasi untuk kepentingan pembangunan wilayah yang saat inisangat terkait dengan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi.

Untuk mewujudkan konektivitas nasional dibutuhkan kompetensi Sumber Daya Manusia yang handal dalam bidang Manajemen Logistik dan Supply Chain. Menurut Council of Supply Chain Management Professionals /CSCMP (2012), Manajemen Logistik adalah bagian dari Supply Chain (supply chain) yang menangani arus barang, arus informasi dan arus uang melalui proses pengadaan (procurement), penyimpanan (warehousing), transportasi (transportation), distribusi (distribution), dan pelayanan pengantaran (delivery services) sesuai dengan jenis, kualitas, jumlah, waktu dan tempat yang dikehendaki konsumen, secara aman, efektif dan efisien, mulai dari titik asal (point of origin) sampai dengan titik tujuan (point of destination).

Menurut Council of Supply Chain Management Professionals/ CSCMP (2012), Supply Chain Management meliputi perencanaan dan pengelolaan semua kegiatan yang terlibat dalam pengadaan sumber daya, produksi/operasi, dan semua kegiatan manajemen logistik serta koordinasi dan kolaborasi dengan mitra Supply Chain (pemasok, produsen, perantara, penyedia layanan logistik, dan pelanggan) yang bertujuan mengintegrasikan manajemen penawaran dan permintaan di dalam dan antar perusahaan. Sedangkan menurut Handfield dan Nichols ( 2002), Supply Chain diartikan sebagai jejaring seluruh organisasi (mulai dari pemasok sampai ke pengguna akhir) dan aktivitas yang berhubungan dengan aliran dan transformasi dari barang, informasi dan uang.

Sejalan dengan Paket Kebijakan  Ekonomi XIV, maka akan diterbitkan juga peta jalan (roadmap) e-commerce nasional. Di dalam Peraturan Presiden RI No. 26 Tahun 2012 tentang Cetak Biru (Blueprint) Pengembangan Sistem Logistik Nasional, mengamanatkan pengembangan kompetensi SDM bidang Logistik dan Supply Chain melalui peningkatan lembaga pendidikan Logistik dan pelatihan Logistik. PT Pos Indonesia bermaksud untuk mengemban amanat tersebut dengan cara mendirikan Sekolah Tinggi Manajemen Logistik Indonesia (SIMLOG) dengan prodi Manajemen Logistik dan Supply Chain, dan prodi Manajemen Transportasi. Kedua program studi tersebut pada saat ini akan menitikberatkan pada studi berbasis e-commerce.

 

ASPEK KEMANFAATAN DAN KEUNGGULAN

Visi, Misi dan Tujuan Penyelenggaraan Program Studi Manajemen Logistik 

Dalam rangka mendukung Visi, Misi, dan Tujuan  dari Sekolah Tinggi Manajemen Logistik Indonesia (STIMLOG), maka dapat ditetapkan Visi, Misi, dan Tujuan  dari Program Studi Manajemen Logistik sebagai berikut :

Visi:

Menjadi program studi yang unggul dan bereputasi tinggi dalam pendidikan, penelitian dan pengembangan keilmuan Manajemen Logistik dan Supply Chain sehingga menjadi andalan nasional dan dapat sejajar pada barisan terdepan di kawasan Asia-Pasifik.

Misi:

  1. Melaksanakan pendidikan Manajemen Logistik dan Supply Chain yang berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan untuk menghasilkan lulusan dengan mutu tinggi.
  2. Melaksanakan penelitian dan menyebarluaskan hasil penelitian serta pengembangan keilmuan Manajemen Logistik dan Supply Chain yang berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  3. Melaksanakan pengabdian pada masyarakat yang bersifat pemecahan masalah-masalah Logistik dan Supply Chain

Tujuan:

Menghasilkan lulusan dengan keunggulan dibidang keilmuan Manajemen Logistik dan Supply Chain dan mampu responsif dan adaptif serta mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi.

  1. Menghasilkan lulusan dengan kemampuan yang tinggi dalam merencanakan, mengoperasikan, mengendalikan, merancang, mengintegrasikan, dan memperbaiki secara berkelanjutan sistem Logistik dan Supply Chain.
  2. Menghasilkan lulusan dengan kompetensi dibidangnya, kreatif, inovatif, berwawasan kewirausahaan, terampil berkomunikasi, mampu bekerjasama secara multi disiplin, berbudaya dan bermoral.
  3. Menghasilkan penelitian yang memiliki keunggulan di bidang Manajemen Logistik dan Supply Chain yang dapat diandalkan dan memperoleh hak intelektual.
  4. Menjalin kolaborasi dalam bidang penelitian dan pengembangan keilmuan Manajemen Logistik dan Supply Chain dengan berbagai institusi di dalam dan luar negeri.
  5. Menciptakan peluang dan menghasilkan penelitian dan pengembangan yang bereputasi internasional.
  6. Mengkomunikasikan hasil penelitian dan pengembangan dalam bidang pendidikan Manajemen Logistik dan Supply Chain kepada pemangku kepentingan.
  7. Memiliki pengalaman penelitian dan dapat mengimplementasikan ilmu Manajemen Logistik dan Supply Chain guna kemaslahatan masyarakat.
  8. Mampu menjadi teladan dalam berkehidupan bermasyarakat.

 

Manfaat Program Studi Manajemen Logistik dan Supply Chain Terhadap Institusi, Masyarakat dan Bangsa

Sistem Logistik dan Supply Chain memiliki peran strategis dalam mensinkronkan dan menyelaraskan kemajuan antar sektor ekonomi dan antar wilayah demi terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif, sekaligus menjadi benteng bagi kedaulatan dan ketahanan ekonomi nasional. Sejalan dengan itu, berdasarkan kondisi geografis Indonesia yang terdiri lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) pulau yang terbentang sepanjang 1/8 (satu per delapan) garis khatulistiwa dengan kekayaan alam yang melimpah dan menghasilkan komoditas strategis maupun komoditas ekspor. Kondisi ini semestinya mampu menjadikan Indonesia sebagai “supply side” yang dapat memasok dunia dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki dan hasil industri olahannya, sekaligus menjadi pasar yang besar atau “demand side” dalam Supply Chain global karena jumlah penduduknya yang besar. Sehingga dibutuhkan Sistem Logistik Nasional yang terintegrasi,efektif dan efisien untuk mendukung terwujudnya peranan tersebut.

Namun kenyataannya saat ini kinerja Sistem Logistik dan Supply Chain Nasional masih belum optimal, karena masih tingginya biaya logistik nasional yang mencapai 27% (dua puluh tujuh persen) dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan belum memadainya kualitas pelayanan, yang ditandai dengan (a) masih rendahnya kualitas pelayanan logistik dikarenakan rendahnya kompetensi sumber daya manusia dalam bidang Logistik dan Supply Chain, (b) terbatasnya kapasitas dan jaringan pelayanan penyedia jasa logistik nasional, (c) masih rendahnya tingkat penyediaan infrastruktur baik kuantitas maupun kualitas, (d) masih adanya pungutan tidak resmi dan biaya transaksi yang menyebabkan ekonomi biaya tinggi, (e) masih tingginya waktu pelayanan ekspor-impor dan adanya hambatan operasional pelayanan di pelabuhan, (f) masih terjadinya kelangkaan stok dan fluktuasi harga kebutuhan bahan pokok masyarakat, terutama pada hari-hari besar nasional dan keagamaan, dan bahkan (g) masih tingginya disparitas harga pada daerah perbatasan, terpencil dan terluar.

Selain dihadapkan pada masih rendahnya kinerja logistik dan Supply Chain Nasional, Indonesia juga dihadapkan pada tingkat persaingan antar negara dan antar regional yang semakin tinggi, dimana persaingan telah bergeser dari persaingan antar produk dan antar perusahaan ke persaingan antar jaringan logistik dan Supply Chain. Sementara itu Indonesia juga perlu memenangkan persaingan sebagai pelaku jasa logistik ASEAN dan pasar global.

Di sisi lainnya tren industri global menunjukkan bahwa peran Manajemen Logistik dan Supply Chain di dalam perusahaan semakin penting dalam meningkatkan keuntungan perusahaan secara keseluruhan. Setelah Indonesia mengalami krisis keuangan di akhir dekade 1990-an, bisnis di bidang Logistik dan Supply Chain semakin berkembang. Kebutuhan sumber daya manusia di bidang logistik dan transportasi semakin tinggi.

Pertumbuhan bisnis Manajemen Logistik dan Supply Chain tidak diikuti dengan pertumbuhan Sumber Daya Manusia profesional yang memadai. Sumber daya manusia yang bekerja  pada  bidang Manajemen Logistik dan Supply Chain umumnya masuk karena kebutuhan perusahaan dan  bukan karena membangun kompetensinya dari awal. Profesi di bidang Manajemen Logistik dan Supply Chain belum popular bagi dunia pendidikan dan pencari kerja baru (fresh graduate). Kenyataan di lapangan menunjukkan terdapat kesenjangan yang cukup lebar antara program pendidikan dan pelatihan yang ada pada institusi perguruan tinggi dengan dunia usaha yang membutuhkan. Sementara pola pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh masing-masing perusahaan masih  belum terencana dan belum memiliki standarisasi,  dengan dasar pengetahuan yang masih instan. Dengan demikian standarisasi kompetensi dan pengembangan SDM Logistik dan Supply Chain belum sesuai dengan yang diharapkan.

Ditengah perkembangan ICT yang merubah gaya hidup dan peradaban budaya manusia, maka lansekap bisnis mengalami perubahan yang mendasar. Dengan jumlah penduduk milenia yang semakin banyak maka bisnis berbasis e-commerce memiliki potensi pasar yang sangat besar. Pada saat ini di Indonesia terdapat 160 juta pengguna telepon selular, serta didukung oleh 100 juta pengguna internet, maka hampir seluruh model bisnis diakses melalui seluler menggunakan jaringan internet.

Prinsip dasar bisnis e-commerce adalah tersebarnya titik-titik penjual dalam jumlah yang banyak yang juga diikuti dengan titik-titik pembeli dalam jumlah yang banyak juga. Akibat prinsip ini membawa konsekuensi tumbuh berkembangnya logistik e-commerce yang akan mendukung pengembangan e-commerce kedepan. Mencermati perkembangan e-commerce maka logistik pada saat ini akan berkembang ke arah logistik e-commerce. Dengan perkembangan lansekap bisnis yang berbasis e-commerce maka diperlukan sumberdaya manusia yang mampu menggulirkan dan mengembangkan bisnis ini. Dalam kondisi seperti ini muncullah kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kompetensi bidang logistik e-commerce.

Penentuan Profil dan Kompetensi Lulusan

Profil atau karakteristik (spesifikasi teknis) lulusan Program Studi Manajemen Logistik dan Supply Chain

Berdasarkan visi, misi dan tujuan Pogram Studi Manajemen Logistik dan Supply Chain, maka Lulusan dapat mencakup seluruh peran baik sebagai karyawan perusahaan, wiraswatawan, profesional, birokrat, maupun akademisi yang memiliki profil atau karakteristik (spesifikasi teknis) seperti yang diuraikan pada Tabel 3.1.

Tabel 3.1.  Peran Lulusan dan Profil/Karakteristik Lulusan (spesifikasi teknis) lulusan Program Studi Manajemen Logistik dan Supply Chain.

Peran Lulusan Profil/ Karakteristik Lulusan
Karyawan Yang akan berkarir dari level supervisor hingga tingkatan yang lebih tinggi, baik di perusahaan maupun bentuk organisasi lainnya, dengan memiliki :

  1. Mampu merencanakan, mengoperasikan, dan mengendalikan, aliran maju/balik dan penyimpanan : barang, jasa, informasi, dan uang di sepanjang Supply Chain untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, serta mampu  merancang, memperbaiki secara berkelanjutan (continuous  improvement), dan mengintegrasikan Supply Chain untuk meminimasi seluruh ongkos logistik dan memenuhi tingkat pelayanan.

    Dengan Kompetensi utama :

    • Mampu menjelaskan jangkauan dan peran aktivitas-aktivitas komponen Supply Chain.
    • Mampu memetakan Supply Chain untuk mengidentifikasi aktivitas-aktivitas komponennya.
    • Mengidentifikasi sumber dan karakter pasokan dan permintaan.
    • Mengidentifikasi bagaimana Supply Chain berkontribusi terhadap daya saing.
    • Mengidentifikasi bagaimana aktivitas Supply Chain berkontribusi pada keberlangsungan hidup perusahaan.
    • Mampu menentukan pengaruh keuangan terhadap aktivitas Supply Chain.
    • Mampu menjelaskan bagimana susunan MTS, ATO, MTO, dan ETO bekerja.
    • Mampu menentukan lead time di dalam Supply Chain.
    • Mampu mengindentifikasi keberadaan tambahan permintaan beserta pengaruhnya.
    • Memperkirakan hambatan yang tersembunyi di dalam aliran Supply Chain.
    • Mampu mengindentifikasi perubahan di dalam Supply Chain dan pengaruh ongkos permintaan.
    • Mampu mengindentifikasi peluang trade-off antar aktivitas dalam Supply Chain.
    • Mampu mengindentifikasi peran utama informasi dan IT di dalam Supply Chain.

      Dengan Kompetensi khusus:

    • Mampu menciptakan, memelihara dan meningkatkan hubungan kerja yang efektif.
    • Mampu berkomunikasi dengan cara yang efektif.
    • Mampu menginterpretasikan laporan keuangan.
    • Berkontribusi terhadap pengembangan tujuan melalui pengumpulan dan penyediaan informasi.
    • Membuat rekomendasi untuk peningkatan efektifitas operasi.
    • Mengumpulkan, mengevaluasi, dan menyajikan informasi Supply Chain untuk departemen lain di perusahaan.
    • Merencanakan, mengorganisasikan, dan memimpin tim dan individu.
    • Berkontribusi dalam pengembangan tim dan individu.
    • Mengimplementasikan proses untuk memonitor ongkos aktual terhadap anggaran.
    • Berkontribusi terhadap kesehatan, keselamatan, dan keamanan lingkungan kerja.
    • Menuruti perundang-undangan dan regulasi yang berlaku.
    • Menggunakan tool manajemen, metode, dan teknik seperti statistik dan manajemen proses.
    • Berkontribusi pada implementasi perubahan.
    • Mengindentifikasi bagaimana aktivitas Supply Chain yang berbeda akan memberikan pengaruh yang berbeda pula.
    • Mengindentifikasikan peluang-peluang untuk bekerja sama secara berbeda
  2. Kemampuan emosional (sikap dan pola pikir positif, kepemimpinan, disiplin, etos kerja, kemampuan interpersonal dan kerja tim) serta kecakapan spiritual (keimanan, integritas, dan moral).
  3. Pemahaman dan penguasaan prinsip, teknik, dan perangkat bisnis terkini serta mampu mengaplikasikannya untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
Wiraswastawan Yang akan menggunakan kemampuan analisis, kreativitas dan inovasi yang dimilikinya untuk membangun usaha mandiri atau menciptakan lapangan kerja bagi orang lain, berdasarkan:

  1. Pengetahuan tentang proses dan fungsi-fungsi bisnis perusahaan, serta implementasi di bidang bisnis logistik dan Supply Chain.
  2. Kemampuan emosional (sikap dan pola pikir positif, kepemimpinan, disiplin, etos kerja, kemampuan interpersonal dan kerja tim) serta kecakapan spiritual (keimanan, integritas, dan moral).
  3. Pemahaman dan penguasaan prinsip, teknik, dan perangkat bisnis terkini serta mampu mengaplikasikannya untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

Sehingga mampu mengembangkan dan menawarkan beraneka ragam jasalogistik dan Supply Chain terkait dengan pengelolaan usaha di bidang bisnis logistik dan Supply Chain.

Profesional Yang akan menjadi freelancer yang siap direkrut kapan saja oleh siapa saja dalam format pekerjaan berbasis proyek atau program, dengan kemampuan, kehlian dan ketrampilan yang unik dan spesifik untuk menciptakan nilai tambah, berdasarkan:

  1. Kemampuan merencanakan, mengoperasikan, dan mengendalikan, aliran maju/balik dan penyimpanan : barang, jasa, informasi, dan uang di sepanjang Supply Chain untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, serta mampu merancang, memperbaiki secara berkelanjutan (continuous improvement), dan mengintegrasikan Supply Chain untuk meminimasi seluruh ongkos logistik dan memenuhi tingkat pelayanan.
  2. Kemampuan emosional (sikap dan pola pikir positif, kepemimpinan, disiplin, etos kerja, kemampuan interpersonal dan kerja tim) serta kecakapan spiritual (keimanan, integritas, dan moral)
  3. Pemahaman dan penguasaan prinsip, teknik, dan perangkat bisnis terkini serta mampu mengaplikasikannya untuk meningkatkan kinerja perusahaan
  4. Kemampuan analisis, kreativitas dan inovasi sehingga mampu memberikan solusi untuk peningkatan kinerja perusahaan
Birokrat Yang akan bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN)/BUMN berdasarkan peranan dan fungsi yang telah didefinisikan oleh Negara, dengan kemampuan, keahlian, ketrampilan, dan etos kerja yang tinggi, berdasarkan :

  1. Pengetahuan tentang perencanaan, pengoperasian, pengendalian, aliran maju/balik dan penyimpanan : barang, jasa, informasi, dan uang di sepanjang Supply Chain serta mampu merancang, memperbaiki secara berkelanjutan dan mengintegrasikan Supply Chain dalam rangka menyusun strategi pembangunan Logistik Nasional.
  2. Kemampuan emosional (sikap dan pola pikir positif, kepemimpinan, disiplin, etos kerja, kemampuan interpersonal dan kerja tim) serta kecakapan spiritual (keimanan, integritas, dan moral).
  3. Pemahaman dan penguasaan prinsip, teknik, dan perangkat bisnis terkini serta mampu mengaplikasikannya untuk meningkatkan kinerja.
  4. Kemampuan analisis, kreativitas dan inovasi sehingga mampu memberikan solusi untuk peningkatan kinerja.
Akademisi Yang akan memfokuskan diri untuk menjadi dosen, atau peneliti diberbagai institusi pendidikan tinggi S1 Manajemen Logistik dan Supply Chain, melalui kemampuan analisis, kreativitas dan inovasi, yang didukung oleh :

  1. Pengetahuan tentang proses merencanakan, mengoperasikan, dan mengendalikan, aliran maju/balik dan penyimpanan : barang, jasa, informasi, dan uang di sepanjang Supply Chain untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, serta mampu merancang, memperbaiki secara berkelanjutan (continuous improvement), dan mengintegrasikan Supply Chain untuk meminimasi seluruh ongkos logistik dan memenuhi tingkat pelayanan.
  2. Kemampuan belajar yang terstruktur untuk pengembangan diri, keilmuan, dan keberlanjutan karir.
  3. Kemampuan berfikir kritis dan mengambil keputusan secara tepat, serta berkomunikasi efektif, akademis, dan etis.
  4. Kemampuan untuk mengembangkan bidang logistik dan Supply Chain melalui penelitian.
  5. Kemampuan emosional (sikap dan pola pikir positif, kepemimpinan, disiplin, etos kerja, kemampuan interpersonal dan kerja tim) serta kecakapan spiritual (keimanan, integritas, dan moral).

Profesi, bidang pekerjaan, atau bidang keilmuaan dan keahlian yang dapat diisi oleh lulusan Program Studi Manajemen Logistik dan Supply  Chain

Mengacu pada Permendikbud No.73 Tahun 2013, maka lulusan  Program Studi Manajemen Logistik dan Supply Chain memiliki kualifikasi keahlian sebagai berikut:

  1. Menguasai perencanaan, pengoperasian, dan pengendalian baik aliran maju maupun balik serta penyimpanan : barang, jasa, informasi, dan uang di sepanjang Supply Chain untuk memenuhi kebutuhan pelanggan
  2. Memiliki keterampilan dalam merumuskan dan menyelesaikan masalah, merancang, memperbaiki secara berkelanjutan (continuous improvement), serta mengintegrasikan Supply Chain untuk meminimasi seluruh ongkos logistik dan memenuhi tingkat pelayanan.
  3. Memiliki sikap dan pola pikir positif, kepemimpinan, disiplin, etos kerja, kemampuan interpersonal dan kerja tim serta kecakapan spiritual (keimanan, integritas, dan moral).
  4. Memahami dan menguasai prinsip, teknik, dan perangkat teknologi dan sistem informasi terkini serta mampu mengaplikasikannya untuk meningkatkan kinerja sistem Logistik dan Supply Chain.
  5. Memiliki kemampuan analisis dan inovasi sehingga mampu memberikan solusi untuk peningkatan kinerja sistem Logistik dan Supply Chain.

Merujuk pada kualifikasi keahlian lulusan  Program Studi Manajemen Logistik dan Supply Chain, maka  profesi atau bidang kerja  yang sesuai adalah :

  1. Manajer/supervisor Import/export.
  2. Manajer/supervisor Freight Forwarding.
  3. Manajer/supervisor Distribusi.
  4. Manajer/supervisor Pembelian/Pengadaan (Purchasing/Procurement).
  5. Manajer/supervisor Pergudangan.
  6. Manajer/supervisor Material Manajemen.
  7. Manajer/supervisor Pengendalian Persediaan.
  8. Manajer/supervisor Logistik dan Supply Chain.
  9. Manajer/supervisor Proyek Manajemen Supply Chain.
  10. Manajer/supervisor Logistik Internasional.
  11. Manajer/supervisor Analisis Supply Chain.
  12. Manajer/supervisor Solusi Supply Chain.
  13. Manajer/supervisor Research and Development.
  14. Tenaga ahli profesional.
  15. Wiraswasta.
  16. Birokrat di bidang Logistik dan Supply Chain.

Uraian tentang profil lulusan Manajemen Logistik dan Supply Chain yang bekerja pada perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bisnis logistik dan perusahaan-perusahaan yang logistik merupakan pendukung bisnis utama perusahaan  adalah sebagai berikut :

a. Jasa Pengiriman Ekspres/Perusahaan Jasa Titipan/Kurir dan distribusi

Lulusan program studi Manajemen Logistik dan Supply Chain memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh industri jasa pengiriman ekspres/kiriman cepat berupa dokumen, paket dan kargo yang dipertukarkan secara domestik maupun antar negara. Menurut Laporan Tahunan Universal Postal Union (UPU), organisasi resmi operator perposan (industri yang salah satunya bidang utama bisnisnya adalah kurir atau pengiriman dokumen dan paket) pemerintah seluruh dunia (UPU, 2005), pangsa pasar bisnis perposan dan jasa kurir, tumbuh berkisar 40% setiap tahunnya.

Untuk kondisi Indonesia, jasa pengiriman ekspres atau perusahaan jasa titipan tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Jasa Ekspres Indonesia (Asperindo) yang merupakan satu-satunya asosiasi perposan atau perusahaan jasa ekspres yang memperoleh pengakuan dari Pemerintah (Departemen Perhubungan, DiKetuaat Jenderal Pos dan Telekom, KADIN). Bidang kegiatan anggota ASPERINDO terbagi menjadi 3 kompartemen yaitu:

  • Kompartemen Internasional: perusahaan-perusahaan yang melayani pengiriman dan penerimaan barang/dokumen ke dan dari Luar Negeri.
  • Kompartemen Domestik: perusahaan–perusahaan yang melayani pengiriman dan penerimaan barang/dokumen untuk seluruh wilayah Indonesia.
  • Kompartemen Intra Kota: perusahaan–perusahaan yang melayani pengiriman dalam kota/City Courier.

Perusahaan jasa ekspres pada tahun 2016 berjumlah 800 perusahaan dengan 6000 cabang perusahaan yang tersebar di 34 propinsi (Kominfo, 2016).

Pada perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, lulusan Manajemen Logistik dan Supply Chain dapat menempati posisi Manajer/supervisor : Distribusi, Pembelian/pengadaan, Pergudangan, Export/import, Material Manajemen, Pengendalian Persediaan, Logistik dan Supply Chain, Proyek Manajemen Supply Chain, Logistik Internasional, Analisis Supply Chain, dan Solusi Supply Chain.

b. Jasa Freight Forwarding

Jasa Pengurusan Transportasi (Freight Forwarding) adalah usaha yang ditujukan untuk mewakili kepentingan pemilik barang untuk mengurus semua kegiatan yang diperlukan bagi terlaksananya pengiriman dan penerimaan barang melalui transportasi darat, laut atau udara yang dapat mencakup kegiatan penerimaan, penyimpanan, sortasi, pengepakan, penandaan, pengukuran, penimbangan, pengurusan penyelesaian dokumen, penerbitan dokumen angkutan, perhitungan biaya angkutan, klaim, asuransi atas pengiriman barang serta penyelesaian tagihan dan biaya-biaya lainnya berkenaan dengan pengiriman barang-barang tersebut sampai dengan diterimanya barang oleh yang berhak menerimanya. Sejak tahun 1986 dibentuk GAFEKSI (Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Seluruh Indonesia) atau Indonesian Forwarders Association (INFA), yang kini memiliki  3.100 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. Perwakilan GAFEKSI / INFA terdapat di 18 Wilayah dan 1 perwakilan khusus di Batam.

Pada perusahaan Jasa Freight Forwarding, lulusan Manajemen Logistik dan Supply Chain dapat menempati posisi Manajer/supervisor : Export/import, Distribusi, Pembelian/pengadaan, Pergudangan, Material Manajemen, Pengendalian Persediaan, Logistik dan Supply Chain, Proyek Manajemen Supply Chain, Logistik Internasional, Analisis Supply Chain, dan Solusi Supply Chain.

c. Bidang Angkutan Darat

Perusahaan-perusahaan angkutan darat bergabung dalam ORGANDA (Organisasi Angkutan Darat) beroperasi pada jasa layanan lalu lintas dan angkutan bermotor di jalan raya, dengan anggota yang tergabung di dalamnya sebanyak 1.600.000 buah perusahaan angkutan darat. Bisnis logistik lainnya yang terkait dengan bidang angkutan darat adalah Jasa Tempat Penimbunan Sementara (APTESINDO)dengan jumlah anggota  22 perusahaan.  Serta Jasa Depo Kontainer Indonesia yang bergabung dalam  ASDEKI (Asosiasi Depo Kontainer Indonesia) dengan jumlah anggotanya adalah 69 perusahaan.

Pada perusahaan bidang Angkutan Darat, lulusan Manajemen Logistik dan Supply Chain dapat menempati posisi Manajer/supervisor : Distribusi, Pembelian/pengadaan, Pergudangan, Material Manajemen, Pengendalian Persediaan, Logistik dan Supply Chain, Proyek Manajemen Supply Chain, Logistik Internasional, Analisis Supply Chain, dan Solusi Supply Chain.

d. Bidang Angkutan Laut

Perusahaan-perusahaan bisnis logistik angkutan laut  bergabung dalam :

1). Organisasi Pelayaran Rakyat (PELRA) bergerak pada bidang jasa transportasi laut dengan anggota terdaftar sebanyak 4.900 armada kapal rakyat.

2). Organisasi Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (GAPASDAP) berusaha pada bidang jasa angkutan sungai, danau dan penyeberangan dengan anggota terdaftar sebanyak 38.000 buah perusahaan.

3). Asosiasi Pemilik Pelayaran Nasional Indonesia (APPNI) atau juga dikenal dengan Indonesia National Shipowner’s Association (INSA) yang bergerak pada usaha jasa transportasi laut skala nasional dengan anggota sebanyak 813 perusahaan pelayaran, terdiri atas kapal kargo konvensional, kapal container, kapal tanker, kapal penumpang, pengangkut barang besar, kapal penarik, kapal tongkang.

4). Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) bergerak pada usaha bidang jasa pemindahan barang moda transportasi Iaut ke darat dan sebaliknya yang meliputi kegiatan stevedoring, cargodoring, receiving/deliveryserta bertanggung jawab terhadap pengoperasian transportasi antar moda/multi moda. Anggota APBMI saat ini sebanyak 560 perusahaan.

Pada perusahaan bidang Angkutan Laut, lulusan Manajemen Logistik dan Supply Chain dapat menempati posisi Manajer/supervisor : Pembelian/pengadaan, Pergudangan, Material Manajemen, Pengendalian Persediaan, Logistik dan Supply Chain, Proyek Manajemen Supply Chain, Logistik Internasional, Analisis Supply Chain,  dan Solusi Supply Chain.

e. Bidang Angkutan Udara

Asosiasi perusahaan penerbangan Indonesia atau Indonesia Association of Civil Aviation (INACA), beranggotakan sebanyak 48 maskapai penerbangan (Pusdatin Dephub, 2008).Pada perusahaan bidang Angkutan Udara, lulusan Manajemen Logistik dan Supply Chain dapat menempati posisi Manajer/supervisor : Pembelian/pengadaan, Pergudangan, Material Manajemen, Pengendalian Persediaan, Logistik dan Supply Chain, Proyek Manajemen Supply Chain, Logistik Internasional, Analisis Supply Chain,  dan Solusi Supply Chain.

f. Perusahaan Manufaktur dan Perusahaan Jasa (non logistik)

Pada Perusahaan Manufaktur dan Perusahaan Jasa (non logistik), lulusan Manajemen Logistik dan Supply Chain dapat menempati posisi Manajer/supervisor : Distribusi, Pembelian/pengadaan, Pergudangan, Material Manajemen, Pengendalian Persediaan, Logistik dan Supply Chain, Proyek Manajemen Supply Chain, Logistik Internasional, Analisis Supply Chain,  dan Solusi Supply Chain.

Kompetensi utama merupakan kompetensi penciri lulusan sebuah program studi, sedangkan kompetensi pendukung adalah kompetensi yang ditambahkan oleh program studi sendiri untuk memperkuat kompetensi utamanya dan memberi ciri keunggulan program studi tersebut. Sedang kompetensi lainnya adalah kompetensi lulusan yang ditetapkan oleh perguruan tinggi/ program studi sendiri sebagai ciri lulusannya dan untuk memberi bekal lulusan agar mempunyai keluasan dalam memilih bidang kehidupan serta dapat meningkatkan kualitas hidupnya.

Adapun kompetensi yang diharapkan dari lulusan Manajemen Logistik dan Supply Chain adalah sebagai berikut :

  1. Kemampuan yang tinggi dalam merencanakan, mengoperasikan, mengendalikan, merancang, mengintegrasikan, dan memperbaiki secara berkelanjutan sistem Logistik dan Supply Chain.(Kompetensi dasar Manajemen Logistik dan Supply Chain serta implementasinya).
  2. Kemampuan emosional (sikap dan pola pikir positif, kepemimpinan, disiplin, etos kerja, kemampuan interpersonal dan kerja tim) serta kecakapan spiritual (keimanan, integritas, dan moral). (Kompetensi emosional dan spiritual).
  3. Pemahaman dan penguasaan prinsip, teknik, dan perangkat teknologi dan sistem informasi terkini serta mampu mengaplikasikannya untuk meningkatkan kinerja sistem Logistik dan Supply Chain (Kompetensi Teknologi Informasi dan Sistem Informasi).
  4. Kemampuan analisis dan inovasi sehingga mampu memberikan solusi untuk pengingkatan kinerja sistem Logistik dan Supply Chain (Kompetensi analitis dan inovasi).
Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
X